bocah koin dan jejak

Desa Meat, Toba Samosir – Maret 2020


“Namboru! Sampathon koin saribuan, Namboru! (Namboru!  Lemparkan koin seribuan, Namboru!)” tiba-tiba seorang bocah berteriak sambil mendekat ke arah saya. Kulitnya gelap berkilauan diterpa sinar matahari yang cukup menyengat hari itu. Senyumnya lebar, hingga giginya yang putih terlihat, dan bikin hati ini meleleh. “Bah! Hape naeng arga 2000 do leanonku! Bohanamai? Dang jadi be ateh? (Bah! Padahal aku pengen kasih 2000an! Gimana dong? Ga jadilah ya?” canda saya, sudah jadi kebiasaan untuk melumerkan situasi.

Bocah-bocah lain dan keluarga saya tergelak tapi si bocah menangkap dengan sigap. “Ima! Ima pe taho, Namboru! Nga pas i! Manimbung ma au da, Namboru! (Iya! Iya itu aja, Namboru! Udah cocok kali itu! Lompatlah aku sekarang ya?” sahut si bocah dengan mata berbinar dan terjun ke Danau Toba tanpa ba-bi-bu lagi. Maka kamipun ikutan gelapapan cari pecahan-pecahan duit kecil dikantong, dompet dan apapun yang bisa dirogoh.

Entah berapa banyak duit yang keluar hari itu. Koin habis, uang kertas mulai keluar. Uang kertas pecahan kecil ludes, naik ke yang lebih besar nilainya hingga pecahan 20.000.Ga perlu dihitung karena pengalaman itu jauh lebih berharga dari uang yang keluar.


Bocah koin bisa ditemui di banyak pelabuhan di Indonesia mengingat negara kita dikelilingi lautan. Sebagian melakukan aktivitas ini untuk bersenang-senang. Namun banyak juga yang menjadikannya sebagai mata pencaharian contohnya bocah-bocah di kampung Meat, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara ini.

Belum dapat apa-apa kami dari pagi, Namboru,” kata si bocah saat membujuk-bujuk kami sebelumya. “Mau ditabung, beli buku…” sahutnya saat saya tanya mau diapain duitnya.


“Kelas berapa, kau?” tanya saya pada bocah yang teriak di awal.

Dia menolehkan wajahnya dari duit di tangannya melihat ke saya,”Kelas 4, Namboru,” jawabnya dengan sopan.

“Apa cita-citamu?”

“Mau jadi arsitek aku, Namboru.”

“Oya? Kenapa?”

“Mau merancang gedung bagus, jembatan, semualah.”

“Wah, jagolah kau menggambar ya?” garuk-garuk kepala dia menggangguk tersenyum.

“Kalo gitu kekmana matematika dan bahasa Inggrismu?” saya penganut Kecerdasan Majemuk, namun bagi saya penting mengasah kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi dengan dunia luar sedari kecil. [related photostory coming soon]

“Matematika punten 10 aku, Namboru. Tapi, bahasa Inggris, ga jago aku,” dahinya mulai mengkerut.

“Oh, berarti musti belajar keras kau. Kau bangunlah kan jembatan atau gedung bagus di kampungmu ini. Trus pakelah bahasa Inggrismu itu untuk memperkenalkan hasil karyamu itu dan pariwisata disini ke sampai ke negara lain….” lalu, masih disela-sela penghitungan pendapatan hari itu, mengalirlah pertanyaan-pertanyaan lainnya; apa kerjaan saya, gimana caranya bisa bahasa Inggris, kemana saja saya sudah pergi, kayak apa rupa kota dan negara lain. 

Desa Meat, Toba Samosir, Sumatera Utara

Saya pun teringat, sebagai seorang anak kecil pemimpi besar dulu, tumbuh-kembang mimpi-mimpi saya dipengaruhi banyak hal – buku, majalah, berita dan film, acara radio dan juga jejak-jejak pengaruh yang ditinggalkan para perantau yang telah berhasil menggapai mimpi mereka dan kembali ke kampung halaman. 

Bagi saya, setiap kembali ke kampung halaman, atau menjelajah ke kampung kecil di tempat lain adalah momen tepat bagi orang dewasa untuk meninggalkan jejak manis di hati anak-anak. Begitu manisnya, hingga anak-anak ini akan terus terinspirasi menggapai mimpinya.  Kali ini, diawali dengan melempar koin ke Danau Toba. Bagi sebagian, duitnya mungkin sudah habis tak sampai seminggu, namun masing-masing kami sudah meninggalkan jejak yang tak akan habis oleh ngengat. 


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star